Minggu, 12 Februari 2012

VALENTINE’S DAY (satanic day)


Sumber: Internet
What's Wrong with Valentin's Day

Vita seorang siswi SLTP di Jakarta mengangguk-angguk tanda setuju, jika diadakan Valentine’s Day. “Asal ngga’ diluar batas aja”, ujarnya. Berbeda lagi dengan Rachmat, Valentine’s Day adalah sebuah tradisi atau budaya barat yang merusak. “Bener-bener asli punya Barat, ngerusak abis deh pokoknya”. Tapi ada juga yang sedikit agak toleran, dengan argumennya. “Gue sich setuju-setuju aja, tapi kayanya orang tua deh yang mesti layak mendapat perhatian lebih, yang lainnya paling sebatas temen dekat aja”.
Meski ada yang berangga’pan Valentine’s Day asli banget budaya Barat, dan punya unsur yang merusak. Ada juga lho yang setuju abis dengan Valentine’s Day dengan alasan yang ngga’ kalah hebat “Meski dibilang ikut-ikutan budaya Barat, gue tetep Pe-De tuh, soalnya
lewat acara itu, kita jadi dekat ama si doi khan!. Nah..boleh aja sich ada seribu satu macem alasan yang kita denger tentang Valentine’s Day, tapi kamu sebagai seorang remaja muslim pun kudu tau apa sich sebenarnya Valentine’s Day, dari mana asalnya, siapa yang mengagasnya, and kira-kira ada ngga’ manfaatnya buat kamu! jadi sekarang ada baiknya kita Flash back kebelakang buat membongkar kembali Valentine’s Day secara histori.

SEJARAH Valentine’s Day

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidupdiakhir abad ke 3 M di zaman Taja Romawi Claudius II. Pada tangga’l 14 februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya.
Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama nashrani (kristen), lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya. Dalam versi ke dua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang dari pada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah itu, dan terus mengadakan pernikahan digereja dengan sembunyi-sembunyi dampai akhirnya diketahui oleh pihak kerajaan lalu dipenjara untuk kemudisn di eksekusi (hukum mati). Dalam penjara ia berkenalan dengan seorang putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. St.Valentine mengobatinya hingga’ sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertulis “Dari yang tulus cintanya, Valentine”. Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk nashrani bersama 46 kerabatnya.
Sementara versi ke tiga menyebutkan. Ketika agama nashrani tersebar di Eropa, disalah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yangmenarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa, dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan “Dengan nama tuhan ibu, saya kirimkan kartu ini kepadamu”. Akibatnya sulit menghilangkan tradisi romawi ini, para pendeta memutuskan mengga’nti kalimat “dengan nama tuhan ibu” sehingga’ dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama nashrani.
Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasannya tuhan yang sesungguhnya adalah Isa al Masih. Bahkan saat ini pun beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah kearah hati yang sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi!!

TRUS SIKAP KITA GIMANA…?

Nah..lo! Disadari atau ngga’, kita sudah menjalankan perjalanan tradisi agama lain. Valentine’s Day secara khusus sebenarnya kembali mengajak kita untuk bernostagia dengan seorang pendeta yang bernama Valentine. Jadi bukannya kasih sayang. Salah besar kalo kamu sampe mengartikan Valentine’s Day sebagai hari kasih sayang. Tentunya kita patut bersedih karena banyak saudara remaja seiman kita yang terjerumus dengan hal seperti ini. Dan lebih naif lagi, karena kebanyakan dari mereka asal ngebebek tanpa tahu apa makna Valentine’s Day sebenarnya. Bahkan dengan alasan yang ngga’ berlandas mereka berkilah “Inikan hari kasih sayang”.
Bukankah jauh hari sebelum kita ada, ajaran Islam telah lebih dulu mengajarkan kita untuk saling berkasih sayang. Dengan kata lain kamu ngga’ ada alesan untuk merayakan Valentine’s Day hanya karena ingin berkasih sayang. Padahal kalo kita mau ngeh Islam udah komplit banget bo ngajarin tentang kasih sayang. Kurang apa coba, dalam sentiap memulai pekerjaan aja kita dianjurkan untuk membaca Bismillah. Yang artinya “dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. Itu baru yang pertama. Dan kamu pun ngga’ harus cape-cape nunggu sampe 14 februari tahun depan hanya untuk berkasih sayang. Masa hanya untuk sayang ama orang harus nunggu tahun depan.
Kalo kita mau belajar lebih dalam tentang Islam, kita bakal bisa tampil dengan Fresh dan Cool tanpa harus takut dibilang ketingga’lan zaman. Pokoknya jangan sampe minder deh hanya gara-gara kamu ngga’ ngerayain Valentine’s Day. Lagian, ngga’ rugi juga khan kalo kita ngga’ ikut-ikutan ngerayain Valentine’s Day. Yang menjadi catatan penting Kita sekarang adalah bagaimana kita harus tetap menonjolkan kepribadian yang beretika ala ketimuran. Lembut tapi penuh kewaspadaan, dan cinta kasih sayang. Bukankah ini yang diajarkan Islam! Dan begitulah seharusnya sikap kita sebagai orang remaja muslim, yang kental dengan nilai-nilai religius. Kita jangan sampai berasumsi bahwa “kalau mau keren harus ngikut barat”. Sebenarnya Valentine’s Day yang kita rayakan ngga’ lain cerminan pengadopsian nilai-nilai barat yang sama sekali ngga’ memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita. Seperti seks bebas, aborsi, dugem dan drugs. Sehingga’ kita bisa lihat struktur kehidupan mereka porak poranda. Bahkan lebih gila lagi, di Barat sendiri 14 Februari adalah hari dimana sang pemuda melampiaskan nafsunya pada sang wanita, Free sex men!, dan kalo kita masih setia aja melestarikan budaya murahan tersebut Ngga’ menutup kemungkinan nantinya remaja di Indonesia yang notabene muslim akan berprilaku serupa, Na’udzubillahi mindzalik. Tentunya kamu ngga’ mau kan kalo masa depan kamu bakal terancam karena insiden 14 februari.

Islam ngelarang ngga’ sih..?

Banget dong. Islam ngelarang banget kalo kamu ngerayain Valentine’s Day, apalagi sampe meyakininya sebagai ritual pribadi yang kamu anggap sah and ngga’ bisa kamu tinggalin saban tahun. Kamu bisa renungi ayat allah dalam surat al-baqoroh ayat 120: “Orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak akan senang kepada kami, sampai kamu mengikuti mereka. Katakanlah, sesungguhnya petunjuk allah adalah petunjuk yang benar. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka allah tidak akan lagi menjadi pelindung dan penolong”.
Allah jauh hari sudah memperingatkan kita, bahwa sampe kapanpun yahudi dan nashrani (kristen) ngga’ akan berhenti dan ngga’ bakalan lelah dengan menghalalkan berbagai cara untuk supaya kaum muslimin terutama remaja muslim mengikuti jalan mereka. Dan Allah kembali memperingatkan kita, kalau seandainya kita sudah tahu bahwa kesesatan yang mereka ciptakan merupakan jalan mereka, kemudian kita ikuti, maka Allah tidak akan pernah menjadi pelindung sekaligus penolong kita. Dengan kata lain kalo kita udah tau bahwa Valentine’s Day itu budaya mereka, dan kita masih saja merayakannya tanpa sedikitpun rasa berdosa, sama saja kita menghalalkan azab Allah terhadap diri kita. Dan Allah pun sekali-kali tidak akan menjadi penolong kita. Na’udzubillahi mindzalik.
Cukuplah bencana Tsunami yang terjadi di Aceh, dan ditempat lain untuk kemudian bisa kita ambil pesan tersirat, bahwa Allah telah mewanti-wanti hal tersebut pada kita. Berlepas apakah bencana yang terjadi ujian atau peringatan. Jangan sampai kerusakan moral, melangar larangan Allah, dan sombong kembali membuat Dia murka, dan tak segan-segan menimpakan azab kepada penduduk dimuka bumi ini.
Nah… sekarang mudah-mudahan sobat muda sekalian udah pada jelas. Sekarang mending kita ikuti apa yang Rasulullah contohin pada kita semua dalam berkasih sayang kepada sesama. Dengan setangkai bunga mawar merah kah kita mengungkapkan kasih sayang kita! Yang jelas ngga’. Dalam praktek kehidupan Rasulullah, beliau selalu mengucapkan salam ketika bertemu sang sahabat, beliau juga murah senyum kepada sesamanya, dan kadang-kadang memberi hadiah kepada sahabatnya. Sehingga rasa sayang diantara sesama dengan mudah terwujud.
Jadi seperti itulah cara yang beliau praktekkan, kita bisa melakukannya untuk saling menumbuhkan rasa sayang yang syar’i (yang Islami), tanpa harus menunggu 14 Februari.
Oleh Baeny Furizan